Ziarah kubur orang tua merupakan amalan mulia dalam Islam yang dianjurkan untuk mengingatkan kita akan kematian dan sebagai bentuk bakti kepada kedua orang tua yang telah tiada. Rasulullah SAW mengajarkan tata cara dan bacaan doa khusus saat berziarah agar ibadah ini dilakukan dengan benar dan mendatangkan manfaat baik bagi yang berziarah maupun yang diziarahi. Memahami urutan doa dan adab yang tepat akan membuat ziarah kubur lebih bermakna dan sesuai tuntunan syariat.
Daftar Isi Artikel
Sejarah Pensyariatan Ziarah Kubur dalam Islam
Tahukah Anda bahwa dulunya Rasulullah SAW sempat melarang adanya ziarah kubur? Larangan ini dilakukan sebagai cara untuk memutus tradisi zaman Jahiliah yang kerap dirayakan secara berlebihan dengan menyebut nenek moyang mereka dalam suasana bergembira dan penuh kebanggaan yang mengarah pada kesyirikan.
Namun, seiring dengan berkembangnya pemahaman mengenai konsep akidah Islamiyah yang lurus dan kuat di antara sahabat nabi, Rasulullah akhirnya mengizinkan umatnya untuk berziarah kubur sebagai bentuk pengingat kematian. Hal ini pun dijelaskan dalam suatu hadis sahih, di mana Rasulullah SAW bersabda:
“Aku dulu melarang kamu ziarah kubur, maka sekarang berziarah kuburlah kamu, karena ziarah kubur itu bisa melunakkan hati, bisa menjadikan air mata bercucuran dan mengingatkan adanya alam akhirat, dan janganlah kamu berkata buruk.” (HR. Hakim)
Sejak saat itu, ziarah kubur menjadi amalan yang dianjurkan dengan tujuan yang lebih lurus. Bukan lagi sebagai ajang kebanggaan atau perayaan seperti tradisi sebelumnya, ziarah sekarang dijadikan sebagai momen refleksi diri dan berdoa untuk orang yang telah meninggal.
Urutan Lengkap Doa Ziarah Kubur Orang Tua Sesuai Sunnah
Dalam praktiknya, ada tuntunan khusus berziarah yang diajarkan dalam Islam, termasuk membaca bacaan doa ziarah kubur sesuai sunnah. Berikut adalah urutan lengkap doa ziarah kubur orang tua yang dianjurkan:
1. Mengucapkan Salam kepada Ahli Kubur
Langkah pertama saat memasuki area pemakaman adalah mengucapkan salam kepada penghuni kubur. Bacaan salamnya adalah:
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ
“Assalāmu’alaikum dāra qaumin mu’minīn wa atākum mā tū’adūn ghadan mu’ajjalūn, wa innā insyā-Allāhu bikum lāhiqūn.”
Artinya:
“Assalamu’alaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaAllah akan menyusul kalian.”
2. Doa Memohon Ampunan untuk Penghuni Kubur
Setelah mengucapkan salam, bacakan doa memohon ampunan untuk semua penghuni pemakaman:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ بَقِيْعِ الْغَرْقَدِ
“Allāhummaghfir li-ahlil Baqī’il-Gharqad.”
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah penghuni Baqi’ al-Gharqad (nama pemakaman di Madinah).”
Catatan: Kata “Baqi’ al-Gharqad” bisa diganti dengan nama pemakaman tempat Anda berziarah, atau cukup dibaca sebagaimana aslinya sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
3. Doa Khusus untuk Kedua Orang Tua yang Sudah Tiada
Ini adalah doa paling penting saat berziarah ke makam orang tua. Doa ini bersumber dari Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 24:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
“Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā.”
Artinya:
“Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.”
4. Doa Memohon Ampun untuk Seluruh Umat Islam
Doa ini sangat lengkap karena mencakup ampunan untuk semua muslim yang masih hidup maupun yang telah wafat, termasuk orang tua, guru, dan semua orang yang berjasa kepada kita:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا
“Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā’i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā’inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddātinā, wa asātidzatinā, wa mu’allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi ‘alaynā.”
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.”
5. Doa Memohon Rahmat, Ampunan, dan Syafaat
Doa ini memohon rahmat Allah untuk semua ahli kubur yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ
“Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘āfihim, wa’fu ‘anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā’ata ‘alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.”
Artinya:
“Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafaat bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat.”
6. Doa Sapu Jagad dan Selawat kepada Nabi
Doa ini merupakan doa yang sangat komprehensif memohon kebaikan di dunia dan akhirat:
رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ
“Rabbanā ātina fid duniā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār. Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mā yashifūna, wa salāmun ‘alal mursalīna, wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin, wa ‘alā ālihī, wa shahbihī, wa sallama, wal hamdulillāhi rabbil ‘alamīn.”
Artinya:
“Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungi kami dari siksa api neraka. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul. Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”
7. Menutup dengan Membaca Surat Al-Fatihah
Doa ziarah kubur dianjurkan untuk diakhiri dengan membaca surat Al-Fatihah sebagai hadiah untuk orang tua yang telah meninggal:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
“Bismillaahir Rahmaanir Raheem”
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Alhamdu lillaahi Rabbil ‘aalameen”
Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,”
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
“Ar-Rahmaanir-Raheem”
Artinya: “Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,”
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
“Maaliki Yawmid-Deen”
Artinya: “Pemilik hari pembalasan.”
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Iyyaaka na’budu wa lyyaaka nasta’een”
Artinya: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
“Ihdinas-Siraatal-Mustaqeem”
Artinya: “Tunjukilah kami jalan yang lurus,”
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
“Siraatal-lazeena an’amta ‘alaihim ghayril-maghdoobi ‘alaihim wa lad-daaalleen”
Artinya: “(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”
Adab Ziarah Kubur dalam Islam yang Perlu Diperhatikan
Di samping membaca doa yang telah dijelaskan di atas, kita juga perlu memperhatikan adab-adab ziarah kubur yang sesuai dengan ajaran Islam. Beberapa adab tersebut sangat penting untuk diperhatikan agar ziarah kita bernilai ibadah dan tidak menyalahi syariat.
Pertama, berwudu sebelum berziarah. Meskipun tidak wajib, berwudu sebelum berziarah kubur sangat dianjurkan karena kita akan membaca doa dan dzikir. Kondisi suci akan membuat doa kita lebih khusyuk dan mudah-mudahan lebih dikabulkan Allah.
Kedua, berzikir dengan menghadap kiblat. Saat membaca doa untuk orang yang meninggal, disunnahkan untuk menghadap kiblat, bukan menghadap ke nisan atau kuburan. Ini untuk menghindari kesan menyembah atau meminta langsung kepada penghuni kubur.
Ketiga, tidak duduk dan berjalan di atas kuburan. Rasulullah SAW melarang umatnya untuk duduk atau menginjak kuburan karena hal ini tidak menghormati orang yang telah meninggal. Berdirilah di samping kubur dengan posisi yang sopan.
Keempat, menyiram air di atas kuburan. Ada anjuran untuk menyiram air di atas kubur sebagai bentuk doa agar Allah memberikan kesejukan bagi penghuni kubur. Ini adalah amalan yang dicontohkan oleh para salafush shalih.
Kelima, tidak menangis secara berlebihan. Menangis karena rindu kepada orang tua yang telah tiada adalah hal yang manusiawi dan diperbolehkan. Namun menangis berlebihan, meratap, atau meraung-raung adalah perbuatan yang dilarang karena menunjukkan ketidakikhlasan terhadap takdir Allah.
Keenam, berziarah dalam posisi berdiri. Posisi yang paling utama saat berziarah adalah berdiri di samping kubur dengan tenang dan khusyuk, bukan duduk atau bersandar pada nisan.
Hikmah dan Manfaat Ziarah Kubur
Ziarah kubur memiliki banyak hikmah dan manfaat baik untuk yang berziarah maupun yang diziarahi. Bagi yang berziarah, ziarah kubur mengingatkan kita akan kematian yang pasti akan datang kepada setiap makhluk hidup. Pengingatan ini membuat hati lebih lembut dan mendorong kita untuk lebih giat beramal shalih.
Ziarah kubur juga melatih kita untuk lebih bersyukur atas nikmat kehidupan yang masih Allah berikan. Saat melihat kuburan orang tua atau kerabat, kita akan teringat betapa singkatnya kehidupan dunia dan betapa pentingnya mempersiapkan bekal untuk akhirat.
Bagi orang yang telah meninggal, doa dari anak atau kerabat yang masih hidup sangat bermanfaat. Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seseorang meninggal, semua amalnya terputus kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya. Doa anak untuk orang tua adalah salah satu amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun orang tua sudah tiada.
Waktu yang Baik untuk Ziarah Kubur
Ziarah kubur boleh dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang dimakruhkan untuk sholat, yaitu saat matahari terbit, saat matahari tepat di atas kepala (tengah hari), dan saat matahari akan terbenam. Waktu terbaik untuk ziarah adalah pagi hari setelah sholat Subuh atau sore hari setelah sholat Ashar.
Banyak orang yang memilih berziarah pada hari Jumat karena hari ini merupakan hari yang mulia. Ada juga yang berziarah menjelang Ramadhan, saat Idul Fitri, atau pada hari-hari besar Islam lainnya. Namun yang terpenting adalah niat yang ikhlas dan kesiapan hati untuk mengambil pelajaran dari ziarah tersebut.
