Bacaan Bilal Witir Qunut 2026: Teks Arab, Latin dan Niat Shalat

Bacaan bilal witir qunut 2026 lengkap dengan tata cara 3 rakaat atau 2+1. Pelajari panduan niat dan teks bilal di sini untuk ibadah Tarawih.

Bacaan bilal witir qunut merupakan tanda dimulainya fase paruh kedua Ramadan (malam ke-16) di mana doa qunut dilafalkan pada rakaat terakhir salat Witir. Meskipun ada tambahan doa yang cukup panjang, tata cara pelaksanaan dan niat salat witir tetap mengikuti kaidah standar tanpa ada penambahan kata khusus dalam niatnya, baik dilakukan secara berjamaah maupun sendirian.

Tata Cara Pelaksanaan Qunut Berdasarkan Formasi Witir

Dalam praktiknya di berbagai masjid di Indonesia, terdapat dua cara umum dalam melaksanakan salat Witir. Kita perlu memahami posisi doa qunut pada masing-masing formasi tersebut agar tidak terjadi kekeliruan saat mengikuti imam.

Jenis Formasi WitirPosisi Pembacaan Doa QunutKeterangan Teknis
Langsung 3 RakaatRakaat ke-3 (Rakaat Terakhir)Dilakukan setelah bangkit dari ruku’ (i’tidal) pada rakaat penutup sebelum sujud.
Formasi 2 + 1 RakaatRakaat ke-1 (Pada Salat Terpisah)Qunut dibaca pada salat satu rakaat yang menjadi penutup, tepat setelah i’tidal.

Penting untuk diingat bahwa doa qunut baru dibaca setelah imam mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah” pada rakaat paling terakhir dari rangkaian salat Witir tersebut.

Niat Salat Witir dengan Qunut

Salah satu hal yang sering membuat bingung adalah apakah perlu menambahkan kata “qunut” di dalam niat. Jawabannya adalah tidak perlu. Niat adalah pernyataan kehendak untuk melakukan ibadah tertentu, dan qunut hanyalah bagian dari sunnah di dalam salat tersebut.

Berikut adalah panduan niat yang tetap digunakan oleh kita saat memasuki malam ke-16 Ramadan:

Niat Witir 1 Rakaat (Makmum)

Ushallî sunnatal witri rak’atan ma’mûman lillâhi ta’âlâ. (Aku niat salat sunnah witir satu rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala).

Niat Witir 3 Rakaat (Makmum)

Ushallî sunnatal witri tsalâtsa raka‘âtin ma’mûman lillâhi ta’âlâ. (Aku niat salat sunnah witir tiga rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala).

Karena tidak ada perubahan teks niat, kita cukup memantapkan hati bahwa salat Witir kali ini mencakup doa qunut sesuai instruksi dari bilal.

Teks Bacaan Bilal Witir Qunut (Arab dan Latin)

Menjadi bilal pada paruh kedua bulan Ramadan memerlukan ketelitian, terutama saat mengganti naskah seruan dari witir biasa menjadi witir dengan qunut. Berikut adalah lafal resmi yang digunakan oleh para muazin di berbagai masjid di Indonesia:

اَلصَّلاَ ةَ سُـنَّةً رَكْعَةَ الْوِتْرِ مَعَ الْقُنُوْتِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ

Bacaan Latin: Ash-shalâta sunnatan rak’atal witri ma’al qunuti, jâmi‘ah rahimakumullâh.

Artinya: “Mari melaksanakan salat sunnah satu rakaat witir disertai qunut secara berjamaah, semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian.”

Jawaban Jamaah Setelah Seruan Bilal Dilafalkan

Sebagai makmum atau jamaah, kita disunnahkan untuk menjawab seruan bilal dengan kalimat yang mengagungkan Allah dan Rasul-Nya. Jawaban ini berfungsi sebagai bentuk tanbih (pengingat) dan pemantapan niat sebelum takbiratul ihram dimulai.

الصّلاةُ لآ إله إلاَّ الله محمّدٌ رسولُ الله صلّى الله عليهِ وسلّم

Bacaan Latin: Ash-shalatu Lâ ilâha illallâh Muhammadu rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam.

Artinya: “Salat (didirikan), tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah, semoga Allah melimpahkan selawat dan salam atasnya.”

Secara teknis dalam ilmu Fikih, doa qunut berstatus sebagai sunnah ab’ad dalam Mazhab Syafi’i. Artinya, ia adalah bagian dari rangkaian internal salat yang tidak mengubah identitas salat itu sendiri. Sama halnya dengan salat Subuh, kita tidak perlu menyebutkan “dengan qunut” dalam niat Subuh.

Informasi tambahan bagi kita: Jika imam lupa membaca qunut dan terlanjur sujud, dalam mazhab Syafi’i disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi sebelum salam. Namun, salat tetap dianggap sah meskipun qunut terlewatkan. Keseragaman niat ini memudahkan umat agar tidak terbebani dengan hafalan niat baru setiap kali memasuki pertengahan Ramadan.