Kapan Malam Nuzulul Quran 2026? Jatuh Pada Tanggal Ini

Malam Nuzulul Quran 2026 jatuh 6 Maret (Muhammadiyah) dan 7 Maret (NU/Pemerintah). Ketahui jadwal lengkap, sejarah, dan amalan yang dianjurkan.

Malam Nuzulul Quran merupakan salah satu momen paling bersejarah dalam Islam, yaitu saat turunnya wahyu pertama Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira melalui perantara Malaikat Jibril. Peringatan Nuzulul Quran selalu jatuh pada malam ke-17 Ramadhan, namun di Indonesia terdapat perbedaan tanggal karena adanya perbedaan penetapan awal bulan Ramadhan antara organisasi Islam. Memahami kapan tepatnya malam Nuzulul Quran akan membantu umat Islam mempersiapkan diri untuk memaksimalkan ibadah di malam yang penuh berkah ini.

Tanggal Malam Nuzulul Quran 2026 di Indonesia

Malam Nuzulul Quran 2026 untuk Muhammadiyah jatuh pada Jumat malam, 6 Maret 2026, sedangkan NU dan pemerintah memperingatinya pada Sabtu malam, 7 Maret 2026. Perbedaan satu hari ini terjadi karena Muhammadiyah memulai Ramadhan pada 18 Februari 2026 berdasarkan metode hisab, sementara pemerintah dan NU menetapkan awal Ramadhan pada 19 Februari 2026 berdasarkan hasil sidang isbat.

Meskipun ada perbedaan waktu peringatan, makna dan tujuan dari peringatan Nuzulul Quran tetap sama. Ini adalah kesempatan untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Quran, memperbanyak tilawah, dan memperdalam pemahaman terhadap kandungan kitab suci umat Islam.

Peristiwa Bersejarah Turunnya Al-Quran

Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah SAW ketika beliau sedang beribadah di Gua Hira pada malam ke-17 Ramadhan. Wahyu pertama yang turun adalah lima ayat pembuka Surah Al-Alaq yang berbunyi:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Peristiwa ini menandai dimulainya tugas kenabian Muhammad SAW dan menjadi titik awal penyebaran Islam ke seluruh penjuru dunia. Al-Quran kemudian diturunkan secara bertahap selama 23 tahun untuk membimbing umat manusia menuju jalan yang lurus.

Keutamaan Malam Nuzulul Quran

Malam Nuzulul Quran memiliki kedudukan sangat mulia dalam Islam karena pada malam inilah Al-Quran pertama kali diturunkan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu?”

Para ulama menjelaskan bahwa Al-Quran diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia pada malam ke-17 Ramadhan, lalu diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW sesuai dengan peristiwa dan kebutuhan umat.

Amalan Sunnah di Malam Nuzulul Quran

Malam Nuzulul Quran adalah waktu yang sangat tepat untuk memperbanyak ibadah yang berkaitan dengan Al-Quran. Beberapa amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak membaca Al-Quran dengan target minimal satu juz, menghadiri pengajian atau kajian tafsir di masjid, melaksanakan sholat tahajud dan bermunajat kepada Allah, serta memperbanyak dzikir dan doa.

Rasulullah SAW bersabda: “Bacalah Al-Quran, karena sesungguhnya Al-Quran akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim). Malam Nuzulul Quran adalah momentum terbaik untuk meningkatkan komitmen membaca dan mengamalkan Al-Quran.

Selain membaca, yang tidak kalah penting adalah merenungkan makna ayat-ayat yang dibaca dan berusaha mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Al-Quran turun bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk menjadi pedoman hidup umat Islam.

Peringatan di Berbagai Masjid

Biasanya di malam Nuzulul Quran, berbagai masjid dan musholla mengadakan acara peringatan khusus seperti pengajian akbar, tadarus bersama, atau kajian tafsir. Ini adalah kesempatan baik untuk berkumpul bersama sesama muslim dan memperdalam ilmu tentang Al-Quran.

Meskipun ada perbedaan tanggal antara Muhammadiyah dengan NU dan pemerintah, tidak ada salahnya mengikuti peringatan di kedua malam tersebut. Yang terpenting adalah niat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan kecintaan terhadap kitab suci-Nya.

BACA JUGA: Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar Berdasarkan Hadits Shahih